Pembunuh Bos Laundry Mengaku Hanya Digaji Segini Banyak


Polrestabes Surabaya masih mendalami kasus pembunuhan terhadap Ester Lilik Wahyuni, 51. Pemilik jasa laundry itu tewas di tangan kedua karyawannya. Adalah Syaifur Rizal alias Ijang, 19, dan Muhammad Ari alias Mat, 20.

Dari hasil penyidikan diketahui aksi keji itu dipicu persoalan gaji dan pinjaman uang yang tak kunjung diberikan korban kepada kedua karyawannya. "Katanya kedua tersangka sudah tidak digaji selama 7 hari. Tapi nanti kami dalami lagi soal gaji itu," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (18/1).

Berdasarkan pengakuan para tersangka, korban menjanjikan pembayaran upah setiap minggu. Namun belum sempat memenuhi janjinya, korban sudah terlibat cekcok dengan kedua tersangka.

Mereka cekcok masalah ponsel dan dompet korban yang hilang. Korban menuduh kedua tersangka telah mencuri ponsel dan dompetnya. Korban lalu memecat dan mengusir Mat dan Ijang. Keduanya pun protes. Meski memang belum sempat bekerja sebulan penuh, Ijang dan Mat merasa sudah menjalani pekerjaan selama 10 hari.

Ijang geram dengan tingkah korban yang ingkar janji. Dia mengaku hanya digaji sebesar Rp 20 ribu. "Padahal saya sudah seminggu lebih bekerja," aku Ijang.

Begitu pula dengan Mat. Dia merasa tidak pernah mencuri ponsel dan dompet milik korban. Mat mengaku sudah menanyakan hal itu kepada Ijang. "Saya tanya ke teman saya ini. Kamu nyolong HP-nya Bu Ester, kata saya. Dia bilang, nggak," ucap Mat.

Cekcok semakin panas. Akhirnya Mat melancarkan niatnya menghabisi nyawa Ester. Dibantu Ijang, Mat memukul berkali-kali di bagian kepala, dada, dan leher hingga korban lemas tak sadarkan diri.

Setelah itu, Mat dan Ijang membungkus tubuh Ester dengan menggunakan selimut milik hotel yang menjadi langganan laundry milik korban. Ijang dan Mat membungkus tubuh korban dengan tiga lapis kain. Mereka lalu membuang Ester di bak sampah di Jalan Raya Romokalisari, Surabaya.

0 Response to "Pembunuh Bos Laundry Mengaku Hanya Digaji Segini Banyak"

Post a Comment